MagzNetwork

Nasihat Pengingat Kematian

Diposkan oleh awaludin | 18.50 | 0 komentar »




Segala puji bagi Alloh, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk Rasulullah , keluarganya, dan para shahabatnya.
Kematian bukan sekadar takdir yang pasti dilalui setiap jiwa. Kematian juga bukan sekadar ‘keberakhiran’ dari sebuah ‘kehadiran’. Kematian adalah nasihat bagi orang-orang yagn masih sanggup menghela nafasnya, mereguk nikmat Allah yang tak ada habisnya.
Banyak pesan dan nasihat yang telah didengar. Banyak ujaran hikmah yang telah dikunyah. Ada yang manis, tak sedikit yang pahit. Namun, tak ada nasihat yang menembus ruang hati dan jantung, merasuk hingga ke sumsum tulang, melebihi peringatan tentang datangnya kematian dan kehidupan akhirat sesudahnya. Tentang:
“Hari dimana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Asy-Syu’ara: 88-89)
Karena itu, di tengah kehidupan duniawi yang melenakan, melalaikan dari tugas ibadah yang telah ditetapkan pada segenap insan, melupakan Allah yang telah menciptakan sekalian alam, nasihat tentang kematian dan Hari Akhir sangat pas untuk didengarkan. Bukan sekedar untuk menjadi bahan ceramah yang mengutip ungkapan umum, “masuk dari kuping kanan dan keluar dari kuping kiri”. Tapi, nasihat yang dapat menyadarkan kita tentang tujuan hidup kita, tentang jati diri kita, dan tentang hakikat kehidupan yang tengah kita lalui saat ini.
Nasihat tentang kematian dapat menyadarkan kita bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, penuh fitnah dan cobaan. Firman Allah :
“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesengan yang memperdayakan.” (Ali Imran: 185)
Lalu ketika setiap orang pasti mengalami kematian:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (Ali Imran: 185)
Maka tak ada jalan lain bagi setiap Muslim kecuali mengintrospeksi dirinya, mengevaluasi setiap amalnya, sejauh mana mengikuti titah dan perintah Allah dan Rasul-Nya. Sejauh mana pula ia mengindahkan larangan-Nya. Setelah itu semua, ia tak punya pilihan lain, selain menghaturkan taubat kepada Allah, memohon ampunan-Nya dari segala keliru dan dosa. Dan, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Nasihat dan pelajaran tentang kematian ini hendaknya terus diulang-ulang oleh para da’i, ustadz, dan ulama agar umat menjadi sadar dan ingat akan tujuan hidupnya.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyebah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Semua ini, agar umat menjadi sadar, dan tidak larut dalam perselisihan, kemungkinan dan kemaksiatan. Agar mata segenap umat terbuka lebar-lebar dan mulai berjuang untuk bangkit dari ketertinggalan dan ketertindasan.
Kehidupan dunia hanyalah sesaat, sedang kehidupan akhirat adalah selamanya. Lalu apa yang hendak dicari, kecuali ridha Yang Maha Pengasih, yang dapat mengantarkan kita kepada surga yang kekal abadi.

0 komentar

Poskan Komentar